Selasa, 28 Oktober 2014
Minggu, 11 Agustus 2013
Display Informasi Cuaca Publik dari BMKG
BMKG memiliki sarana yang sangat memadai untuk menyampaikan informasi cuaca ke publik. Ada yang melalui website, fax, SMS dan email. Selain itu dibeberapa lokasi publik seperti bandara, pelabuhan dan beberapa area publik telah terpasang informasi cuaca dari BMKG. Kali ini saya akan sedikit menyampaikan fasilitas apa saja yang dapat diberikan pada display tersebut.
Display Cuaca Penyebrangan dan Pelabuhan
![]() |
| Display informasi cuaca penyebrangan di Pelabuhan Merak |
![]() |
| Display informasi prakiraan tinggi gelombang |
![]() |
| Display yang telah terpasang |
Informasi penyebrangan ini menyediakan informasi antara lain :
- Prakiraan Tinggi Gelombang,
- Prakiraan Cuaca Penyebrangan,
- Peta Prakiraan Tinggi Gelombang
- Warning Gelombang Tinggi.
- Citra Satelit tiap 1 jam.
Display Cuaca Wisata
![]() |
| Proses pembuatan display cuaca wisata |
![]() |
| Proses pembuatan display cuaca wisata |
![]() |
| Membayangkan informasi cuaca wisata dapat ditampilkan di Hotel |
- Prakiraan cuaca wisata (tergantung wilayah - uji coba Wisata Bali)
- Prakiraan cuaca kota besar (lokal Propinsi)
- Peringatan dini cuaca terkini.
- Informasi gempabumi dan tsunami disertai peta gempabumi
- Informasi pesan dari PEMDA setempat
- Citra Satelit
Minggu, 21 April 2013
PEDOMAN PENULISAN NASKAH JURNAL METEOROLOGI DAN GEOFISIKA UMUM
Redaksi Jurnal Meteorologi dan Geofisika menerima naskah ilmiah berupa hasil penelitian atau hasil studi dalam bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika. Naskah harus berisi informasi yang benar, jelas dan memiliki kontribusi substantif terhadap bidang kajian
Penulisan harus singkat dan jelas sesuai dengan format penulisan Jurnal Meteorologi dan Geofisika. Naskah belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses untuk dimuat di media lain, baik media cetak maupun elektronik.
Naskah ilmiah yang masuk akan diseleksi oleh Dewan Redaksi yang memiliki wewenang penuh untuk mengkoreksi, mengembalikan untuk diperbaiki, atau menolak tulisan yang masuk meja redaksi bila dirasa perlu. Penilaian secara subtantif akan dilakukan oleh Mitra Bestari/Penyunting Ahli. Penilaian akan dilakukan secara obyektif dan tertulis
Naskah ilmiah yang dimuat dalam Jurnal Meteorologi dan Geofisika tidak berarti mencerminkan pandangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Naskah ilmiah dikirim ke redaksi dalam bentuk softcopy atau hardcopy ke alamat redaksi:
Puslitbang BMKG
Jl. Angkasa 1 No. 2 Jakarta Pusat 10720
Email: jurnal.mg@bmkg.go.id
Penulis diharapkan menyertakan nomor telepon yang bisa dihubungi.
Insentif yang menarik akan diberikan kepada penulis yang naskahnya dimuat dalam Jurnal Meteorologi dan Geofisika
Informasi mengenai penerbitan Jurnal Meteorologi dan Geofisika bisa diakses di website Jurnal MG
FORMAT PENULISAN JURNAL
Format Tulisan
Format tulisan ditulis dalam Microsoft Word dengan dengan huruf Times New Roman, ukuran 11, spasi 1 dan format 2 kolom, panjang naskah maksimal 12 halaman. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris dengan menggunakan kaidah penulisan bahasa yang telah dibakukan
Struktur naskah
Struktur naskah sekurang-kurangnya tersusun sebagai berikut:
Judul
Nama, instansi, dan alamat email penulis
Abstrak
Kata kunci
Pendahuluan (berisi latar belakang, perumusan masalah, tujuan, teori, dan hipotesis [opsional] )
Metode Penelitian (berisi waktu dan tempat, bahan/cara pengumpulan data, metode analisis data)
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan
Saran (opsional)
Ucapan Terima Kasih (opsional)
Daftar Pustaka
Lampiran (opsional)
Naskah
Judul naskah ditulis dengan huruf kapital, dwibahasa (Indonesia dan Inggris), Times New Roman, ukuran 14, dicetak tebal (bold) dan harus mencerminkan isi tulisan.
Nama penulis (tanpa gelar), intansi penulis dan alamat ditulis berturut-turut dengan huruf Times New Roman, ukuran 11, ditulis miring, nama penulis diberi garis bawah dan dicetak tebal
Abstrak, ditulis dalam satu paragraf dengan huruf cetak miring (italic) berjarak satu spasi, ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris, maksimal 200 kata, Times New Roman, ukuran 11, judul ABSTRAK ditulis dengan huruf kapital, miring dan dicetak tebal
Kata kunci, terdiri dari 3 - 5 kata, ditulis normal
Isi dimulai dari pendahuluan, judul dari bab ditulis dengan angka romawi (I, II, III, ...) dan dicetak tebal, dengan huruf capital, dilanjutkan dengan 1.1 (cetak tebal), 1.1.1 (cetak biasa), kalau masih dibutuhkan poin-poin lagi bisa gunakan huruf a,b,c, ... dst.
Gambar dan Tabel disebutkan sumber dari gambar atau tabel tersebut, penulisan keterangan gambar di bawah gambar, sedangkan penulisan keterangan tabel di atas tabel tersebut, ditulis dengan huruf Times New Roman ukuran 10 dan ditempatkan di tengah (center). Gambar dalam warna hitam putih, kecuali jika warna menentukan arti.
Daftar Pustaka, disusun berdasarkan nomor urut pustaka yang dikutip. Pengacuan pustaka 80% terbitan 10 tahun terakhir dan 80% berasal dari sumber acuan primer. Setiap penulisan pustaka harus dikutip dalam naskah dan sebaliknya setiap pengutipan dalam naskah harus terdapat dalam Daftar Pustaka. Format Daftar Pustaka mengacu pada model APA yang dikembangkan oleh American Psychological Association, seperti contoh berikut ini:
Artikel dalam jurnal ilmiah dengan volume dan nomor (1 penulis)
Handayani, A.S. (2010). Analisis daerah endemik bencana akibat cuaca ekstrim di Sumatera Utara. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 11(1), 52-57.
Artikel dalam jurnal ilmiah dengan volume dan nomor (2 - 6 penulis)
Suryanto, W., Nurdiyanto, B., & Pakpahan, S. (2010), Implementasi perhitungan receiver function untuk gempa jauh (teleseismic) menggunakan Matlab. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 11(1), 66-72.
Artikel dalam jurnal ilmiah dengan volume dan nomor (lebih dari 6 penulis)
Subagyono, K., Sugiharto, B., Purwani, E.T., Susilokarti, D., Las, I., Unadi, A. et. al. (2010). Technology needs assessment (TNA) for climate change mitigation in agriculture sector: criteria, prioritizing and barriers. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 11(2), 96-105.
Buku (1 penulis)
Shearer, P.M. (1999). Introduction to seismology. Cambridge: Cambridge University Press.
Buku (2 - 6 penulis)
Trewartha, G.T., & Horn, L.H. (1980). An introduction to climate. New York: McGraw-Hill.
Buku (lebih dari 6 penulis)
Johnson, L. , Lewis, K., Peters, M., Harris, Y., Moreton, G., Morgan, B. et al. (2005). How far is far? London: McMillan.
Prosiding
Meilano, I., Abidin, H.Z., & Natawidjaya, D.H. (2009). Using 1-Hz GPS data to measure deformation caused by Bengkulu earthquake. Proceedings of International Symposium on Earthquake and Precursor, 153-158, Bukittinggi: Research and Development Center, BMKG.
Makalah seminar, lokakarya
Ibnu, S. (2011, Maret). Isi dan format jurnal ilmiah. Makalah disajikan dalam Lokakarya Nasional Pengelolaan dan penyuntingan Jurnal Ilmiah. Malang: Universitas Negeri Malang.
Skripsi, Tesis, Disertasi.
Riyadi, M. (1996). Pemodelan gaya berat tiga dimensi untuk melokalisir jebakan timah di daerah Pemali-Bangka. Tesis, Fakultas MIPA: Universitas Indonesia.
Laporan penelitian
Sumaryanto. (2008). Karakteristik sosial ekonomi petani pada berbagai agroekosistem. Laporan penelitian, Pusat Analisis Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor: Kementerian Pertanian
Artikel dari internet (tanpa nama penulis)
Interactive Weather and Wave Forecast Maps. (2011). (http://www.bom.gov.au/australia/charts/viewer/index.shtml), diakses 7 April 2011.
Artikel dari internet (terdapat nama penulis)
Wahono, T. (2011). Sesar Gerindulu jadi pusat perhatian, (http://sains.kompas.com/read/2011/02/27/22580016/Sesar.Grindulu.Jadi.Perhatian.Pacitan), diakses 7 April 2011
Pengutipan dalam naskah dan cara penulisan Daftar Pustaka
Penulisan kutipan ditunjukkan dengan membubuhkan angka (dalam format superscript) sesuai urutan. Angka kutipan ditulis setelah tanda titik akhir kalimat, dan diberi tanda kurung satu, seperti contoh berikut:
Untuk keperluan ini, dibangkitkan seismogram sintetik menggunakan metode perambatan matriks.1) (Nomor yang ditulis sesuai dengan urutan Daftar Pustaka)
Jika menyebut nama, maka angka kutipan langsung dibubuhkan setelah nama tersebut.
Menurut Handayani2) .................. (Nomor yang ditulis sesuai dengan urutan daftar pustaka).
Selanjutnya, penulisan kutipan pustaka dalam daftar pustaka adalah sebagai berikut:
1)Shearer, P.M. (1999). Introduction to seismology. Cambridge: Cambridge University Press.
2)Handayani, A.S. (2010). Analisis daerah endemik bencana akibat cuaca ekstrim di Sumatera Utara. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 11(1), 52-57.
Rabu, 17 April 2013
WhatsApp more than Twitter users and more than messages than Facebook
WhatsApp CEO says it has more users than Twitter and more messages than Facebook http://www.theverge.com/2013/4/16/4231376/whatsapp-more-users-than-twitter-more-messages-than-facebook
Jangan sekali-sekali gunakan menterjemahkan bahasa komputer ke bahasa Indonesia atau Melayu
Jangan Sekali Kali Menterjemahkan Bahasa Komputer dalam Bahasa Indonesia ato melayu
Contoh :
1. Hardware : Barang keras
2. Software : Barang lembut
3. Joystick : Batang gembira
4. Plug and play : Colok dan main
5. Port : Lubang
6. Server : Pelayan
7. Client : Pelanggan
Try to translate this :
(Silahkan coba untuk translate kalimat di bawah)
English :
The server provides a plug and play service for the clients using either hardware and software joystick. Just plug the joystick in to the server port and enjoy it.
Indonesia :
Pelayan itu menyediakan layanan colok dan main untuk pelanggannya dengan menggunakan batang gembira jenis keras atau lembut. Cukup dengan memasukkan batang gembira itu ke lubang pelayan dan nikmati
Selasa, 24 Mei 2011
Informasi Gempa Otomatis ke Facebook
Terlalu biasa ya kalo kita memposting informasi orang lain di facebook, apalagi postingnya manual... Padahal informasi tersebut sangat penting buat di posting. Kira-kira apa ya contoh postingan yang bagus buat di share ke temen-temen ???
- Gunakan email Google (GMAIL) untuk mendaftarkan informasi gempa, karena hanya email gratisan milik google yang bisa setting autoforward dan mail filtering..
- Ikuti informasi gempa dari BMKG via email. Dengan cara kirim email kosong ke info.gempa-subscribe@bmkg.go.id
- Nanti akan ada email balasan untuk konfirmasi email kita. Kita cukup mereply / membalas kembali email balasan tersebut.
- Kemudian login facebook kamu lalu ketikkan pada alamat browser http://www.facebook.com/mobile untuk mendapatkan alamat email Facebook
- Kembali pada akun email Gmail kamu, pilih "Create a filtering"
isi From dengan "inatews@bmkg.go.id" dan Has the words "Gempa" Lalu tandai Has attachment. Setelah itu tekan "Next Step" - Berilah tanda centang pada Skip teh Inbox (Archive it) apabila kamu menginginkan agar email yg dikirim dari milis info.gempa@bmkg.go.id tetap tersimpan di email Gmail kamu.
Lalu klik pada "Manage your forwarding address" - Gmail harus melakukan konfirmasi email yang akan kita forward, untuk menghindarai emai tersebut fiktif atau tidak.
- Pada Gmail Create a Filter isikan alamat Add forwarding address dengan alamat email yang kamu dapat di facebook ....@m.facebook.com
- Nanti ada status "A confirmation code has been sent to verify permission" Artinya kita harus mengkonfirmasi kembali bahwa alamat yg telah kita daftarkan untuk forward telah benar. Dengan cara mengisikan Kode Konfirmasi berupa angka.
- Untuk mengetahui kode konfirmasi yang dikirimkan ke facebook, coba cek kembali facebook kamu. Dan jangan lupa dihapus postingan kode konfirmasi di facebook kamu ya..!!
- Kita isikan kode konfirmasi tersebut ke Gmail Filtering tersebut.
- Setelah itu tinggal nunggu deh ada gempa, untuk mengetahui forwarding kamu sukses atau ngga...
Ini dia hasil akhirnya !!!
Jangan baca doang, kirim komentar buat masukan.. Trims ya !!
Selasa, 04 Januari 2011
Peneliti: Halo Matahari Bukan Pertanda Bencana

Yogyakarta (ANTARA) - Halo matahari adalah fenomena yang biasa terjadi, dan bukan pertanda akan terjadi bencana alam, kata peneliti Pusat Studi Bencana Alam Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sudibyakto.
"Fenomena pelangi mengelilingi matahari itu tidak ada kaitannya dengan peristiwa bencana alam seperti gempa bumi," katanya di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, Halo yang terlihat melingkari matahari tersebut merupakan hasil pembelokan cahaya matahari oleh partikel uap air di atmosfer. Halo terbentuk karena dispersi butir-butir es atau air pada awan sirrus oleh sinar ultraviolet.
"Pada saat musim hujan, partikel uap air ada yang naik hingga tinggi sekali di atmosfer. Partikel air memiliki kemampuan untuk membelokkan atau membiaskan cahaya matahari," katanya.
Ia mengatakan berhubung terjadi pada siang, saat posisi matahari sedang berada tegak lurus terhadap bumi, maka cahaya yang dibelokkan juga lebih kecil.
"Itu sebabnya yang tampak di mata masyarakat yang kebetulan menyaksikannya adalah lingkaran gelap di sekeliling matahari," katanya.
Menurut dia, Halo matahari sebenarnya sama dengan proses terbentuknya pelangi pada pagi atau sore setelah hujan. Lengkungan pelangi sering terlihat di bagian bawah cakrawala karena partikel uap air yang membelokkan cahaya matahari berkumpul di bagian bawah atmosfer.
"Di sisi lain, pada pagi atau sore matahari pun masih berada pada sudut yang rendah. Pada posisi yang miring itu kemampuan partikel air membiaskan cahaya lebih besar, sehingga warna-warna yang muncul juga lebih lengkap," katanya.
Ia mengatakan pada siang saat matahari pada posisi tegak lurus terhadap bumi, kemampuan pembelokan cahaya menjadi rendah sehingga warna yang terlihat sangat terbatas.
"Warnanya terlihat gelap, karena pandangan ke arah matahari juga terhalang debu, sedangkan pada pagi saat udara masih bersih, yang tampak adalah warna kemerahan," katanya.
Fenomena Halo matahari terlihat begitu jelas di langit Yogyakarta, Selasa sekitar pukul 10.15 WIB hingga 11.15 WIB. Fenomena itu langsung menarik perhatian warga.





